TJM Scaffolding

7 Cara Pemasangan Scaffolding Yang Benar Dan Aman

Daftar Isi

Pemasangan scaffolding pada proyek konstruksi harus dilakukan dengan hati-hati demi menjaga keselamatan pekerja dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, pengetahuan mengenai cara pemasangan scaffolding yang benar dan aman sangatlah penting, terutama bagi para profesional konstruksi. Berikut adalah beberapa tips yang perlu diperhatikan agar proses pemasangan scaffolding berjalan lancar, baik untuk kebutuhan sewa maupun beli scaffolding.

1. Perhatikan Pedoman K3 Pemasangan Scaffolding

Pemasangan scaffolding harus mematuhi panduan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), dengan fokus pada keselamatan pekerja. Pedoman ini memiliki kaitan yang erat dengan aspek legalitas, moral, dan finansial dalam proyek konstruksi.

Standar pemasangan scaffolding mencakup pemakaian penutup kepala, seperti helm, pakaian, dan sepatu yang sesuai untuk keamanan. Penting juga untuk memeriksa kondisi peralatan yang akan dipasang dan aspek keamanan lainnya guna menjamin keselamatan pekerja. Dengan menerapkan pedoman ini secara baik, proses pemasangan scaffolding dapat terjamin keamanannya.

2. Mulai Dari Tingkatan Scaffolding Paling Bawah

Saat menyiapkan perancah / scaffolding, mulailah dengan merakitnya dari bawah. Anda dapat menyelesaikan pekerjaan dari tingkat paling bawah dan memastikan semua bagian terpasang dengan benar dan aman. Kemudian, lanjutkan instalasi ke level berikutnya. Sebenarnya, Anda dapat dengan mudah memasang sendiri tahap pertama ini (steger).
 
Perlu diingat, Anda harus memiliki pengetahuan khusus dan pengalaman yang cukup di bidang terkait. Jika Anda tidak memiliki keahlian ini, sebaiknya Anda mencari bantuan profesional atau spesialis. Harap dicatat bahwa bagian dasar adalah bagian pendukung yang penting dan harus dipasang sepenuhnya untuk menghindari situasi yang tidak diinginkan.

3. Pasang Scaffolding Menggunakan Alat Bantu

Setelah bagian pertama di atas terpasang dengan baik, Anda pun masih harus melanjutkan pemasangan steger lain ke bagian atasnya. Pemasangan seperti ini tentu tidak mudah, membutuhkan tenaga yang besar dan dilakukan secara bersama-sama. Oleh karena itu, penggunaan alat bantu dapat menghemat waktu dan meminimalkan resiko kecelakaan kerja.

Alat ini biasanya berbentuk tali tambang yang kuat dan diangkat secara perlahan. Menggunakan tali tambang yang kuat tidak hanya membuat proses pemasangan scaffolding menjadi lebih efisien, tapi juga melindungi para pekerja proyek konstruksi dari kecelakaan kerja.

Beberapa alat bantu pasang scaffolding adalah Fixed Clamp, Sleeve Clamp, dan Swivle Beam Clamp.

4. Pasang Scaffolding Menggunakan Pipa

Kemudian, cara merakit scaffolding / perancah bisa juga dengan menggunakan pipa penunjang. Fungsinya tidak lain untuk mengikat steger di bagian bangunan yang sedang dikerjakan. Bila Anda memilih cara ini, gunakanlah pipa yang sama mulai awal hingga akhir pengerjaan pemasangan.

Perhatikan juga kualitas pipa besi yang digunakan, karena bila kurang terawat atau keropos tentu saja akan berbahaya. Lalu, untuk dasar atau fondasi pemasangan scaffolding / perancah, usahakan berada di area yang rata dan kuat untuk mencegah scaffolding patah / ambruk saat digunakan.

Berikut adalah link produk Pipa Support Scaffolding di TJM Scaffolding

5. Pemasangan Pada Ketinggian

Cara pemasangan scaffolding pada ketinggian agak sedikit berbeda. Tingkat keamanan untuk scaffolding yang ada di tempat tinggi perlu benar-benar diperhatikan guna menjaga keselamatan pekerja saat mengerjakan proyek konstruksi. Salah satunya adalah ketika melepaskan maupun mengangkat material, posisi scaffolding / perancah harus dikaitkan ke platform atau papan dan pagar pembatasnya.

Untuk jumlah platform sendiri, minimal Anda perlu menyediakan tiga buah platform dengan pagar pembatas. Bila instalasinya menggunakan metode satu tangan, bagian harness pada tiap bagian harus dilengkapi lanyrad dengan panjang sekitar 1.75 meter dan kait hook scaffolding yang berukuran 55 mm maupun jenis yang serupa.

6. Cek Scaffolding Sebelum Digunakan

Pastikan seluruh bagian dasar, kerangka, dan alat pengunci scaffolding sudah terpasang dengan baik. Cek semua yang terkait dengan scaffolding, seperti papan dan pagar aman dari goncangan.

Sebelum menggunakan scaffolding, perhatikan juga kondisi permukaan, tinggi-rendah, dan jarak antara scaffolding dengan jaringan kabel listrik. Pastikan kondisi permukaan sudah rata agar nantinya scaffolding bisa berdiri dengan stabil. Pasang pula scaffolding jauh dari jaringan kabel listrik untuk meminimalisir risiko tersengat listrik.

7. Pelajari Cara Merawat Scaffolding

Mempertahankan integritas struktural scaffolding itu penting untuk menjamin para pekerja tetap aman dalam situasi yang berpotensi berbahaya. Masalah integritas struktural yang paling umum terjadi ketika menyangkut scaffolding adalah karat dan keausan dalam penyangga logam scaffolding.

Unsur logam dalam scaffolding Anda bisa menjadi karatan atau memerlukan perbaikan. Jika demikian, Anda perlu menggunakan produk penghapus karat untuk membersihkan elemen logam scaffolding Anda secara menyeluruh, termasuk sekrup dan paku, pipa logam, batang dan hal lain yang terlibat dalam konstruksi scaffolding Anda.

Untuk Daftar Harga Sewa Scaffolding,
Silakan Hubungi Tim kami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Whatsapp
Call TJM
Verified by MonsterInsights