TJM Scaffolding

Mitos Seputar Dunia Scaffolding di Bandung

Tidak hanya dalam konteks konstruksi bangunan saja, mitos dan kepercayaan yang salah menyebar dalam berbagai aspek kehidupan kita. Mulai dari industri kesehatan, pendidikan, politik, termasuk industri konstruksi. Kehadiran mitos – mitos ini tidak dapat dipungkiri lagi keberadaannya. Dunia konstruksi, terutama scaffolding juga memiliki beberapa mitos yang mungkin masih menjadi perdebatan atau kebingungan diantara masyarakat. Pada artikel ini, TJM Scaffolding akan membahas tuntas mengenai mitos dan fakta yang beredar mengenai dunia scaffolding di Bandung.

MITOS 1: Proyek konstruksi kecil tidak memerlukan scaffolding

FAKTA: Hampir semua proyek konstruksi memerlukan bantuan scaffolding

Banyak orang mungkin mengira bahwa penggunaan peralatan seperti scaffolding dalam suatu proyek konstruksi adalah opsional. Opsional sendiri berarti bisa diabaikan maupun digunakan. Namun, kenyataannya dalam pengerjaan proyek konstruksi, alat-alat seperti scaffolding sangat sering diperlukan baik itu dalam menunjang kegiatan dari segi posisi, ketahanan, akses ke tempat-tempat yang tidak dapat terjangkau menggunakan tangga atau alat-alat biasa, dan lain sebagainya. 

Meskipun mungkin ada proyek konstruksi kecil yang tidak memerlukan scaffolding, peralatan scaffolding masih merupakan suatu kebutuhan yang penting dalam pengerjaan proyek konstruksi. Penggunaan scaffolding bisa dikatakan penting karena ada banyak kemudahan yang didapatkan dari menggunakan scaffolding dalam proyek konstruksi anda. Selain memudahkan, penggunaan scaffolding juga dapat meningkatkan keamanan para pekerja saat melakukan kegiatan dalam proyek konstruksi. Jadi, pernyataan tersebut bisa dikatakan sebagai mitos karena sebagian besar proyek konstruksi di Bandung mulai dari yang kecil hingga besar menggunakan scaffolding. 

MITOS 2: Scaffolding hanya digunakan dalam proyek konstruksi

FAKTA: scaffolding dapat digunakan untuk proyek lain

pembuatan patung dengan bantuan scaffolding

Perancah atau scaffolding memang identik dengan dunia konstruksi. Namun, sebenarnya scaffolding dapat digunakan untuk keperluan diluar proyek konstruksi. Beberapa contoh penggunaannya adalah :

1. Scaffolding Untuk Event dan Wedding

Scaffolding juga memiliki banyak kegunaan dalam menyelenggarakan sebuah event seperti kebutuhan panggung, acara, dan wedding.  Secara lebih spesifik, scaffolding sering digunakan untuk keperluan seating, grandstands, camera tower platform, arches, dan lainnya. 

Lebih lengkapnya mengenai Jasa Sewa Scaffolding untuk Event dan Wedding di Bandung

2. Scaffolding Untuk Renovasi dan Dekorasi

Scaffolding juga sangat bermanfaat untuk kebutuhan renovasi dan dekorasi interior di Indonesia.

Lebih lengkapnya mengenai Jasa Sewa Scaffolding untuk Renovasi Dan Dekorasi Interior di Bandung

3. Scaffolding Untuk Pengecatan dan Pembersihan Bangunan

Scaffolding akan digunakan untuk mengakses lokasi ketinggian untuk setiap keperluan pembersihan dan pengecatan.

Lebih lengkapnya mengenai Jasa Sewa Scaffolding untuk Pengecatan dan Pembersihan Bangunan di Bandung

4. Scaffolding Untuk Pengecoran (Begesting)

Terakhir, Scaffolding juga sering digunakan untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan pengecoran anda secara tepat waktu, profesional, dan aman.

Lebih lengkapnya mengenai Jasa Sewa Scaffolding untuk Pengecoran atau Begesting di Bandung

MITOS 3: Peralatan scaffolding mahal dan memerlukan modal yang besar

FAKTA: Harga tergantung pada jenis dan kualitas, modal besar bisa diantisipasi dengan menyewa scaffolding

pekerja konstruksi diatas rangkaian scaffolding

Dari bentuknya yang besar dan kokoh mungkin banyak orang berasumsi bahwa peralatan scaffolding mahal dan sulit dipasang. Sebenarnya, biaya dari peralatan scaffolding sangat beragam tergantung jenis dan kualitasnya. Untuk mengatasi kendala biaya dalam suatu proyek konstruksi, menyewa scaffolding juga bisa menjadi solusi bagi anda yang tidak ingin mengeluarkan modal yang besar untuk peralatan yang hanya akan digunakan sementara waktu. Membeli scaffolding tentunya akan memakan biaya yang lebih besar dari menyewa. Namun, ada banyak faktor yang dapat anda pertimbangkan sebelum memutuskan untuk menyewa atau membeli scaffolding. 

Baca selengkapnya pada: Beli atau Sewa Scaffolding? Mana Pilihan yang Lebih Tepat?

MITOS 4: Rangkaian scaffolding sulit untuk dipasang

FAKTA: scaffolding sudah didesain agar dapat dipasang dengan mudah

penggunaan scaffolding pada konstruksi bangunan

Selain dianggap mahal, scaffolding juga seringkali dianggap memiliki struktur yang rumit sehingga sulit dipasang. Meskipun ada beberapa jenis scaffolding yang mungkin memang rumit, scaffolding pada umumnya telah di desain sedemikian rupa agar mudah untuk dipasang dan digunakan. Kebanyakan scaffolding dapat dirakit langsung di lokasi proyek konstruksi dengan menggunakan baut dan konektor seperti joint pin dan sebagainya. Dengan pelatihan yang tepat, pekerja juga akan dapat merakit scaffolding dengan cepat dan tepat. Jadi sebenarnya, rangkaian scaffolding tidak sulit untuk dipasang. Namun tetap membutuhkan keahlian dan ketelitian dalam merangkainya.

MITOS 5: Pemakaian scaffolding berbahaya dan beresiko

FAKTA: scaffolding justru digunakan untuk menjangkau tempat yang tinggi dengan aman

pekerja konstruksi dan rangkaian scaffolding pada sebuah proyek konstruksi

Nampaknya, banyak orang mengira bahwa bekerja dalam suatu proyek konstruksi menggunakan scaffolding sangat berbahaya dan beresiko. Tentunya resiko selalu ada dalam melakukan pekerjaan, sama halnya dengan resiko dalam menggunakan scaffolding pada suatu proyek konstruksi. Namun, scaffolding sendiri diciptakan untuk mempermudah pekerja konstruksi dalam bekerja. Scaffolding yang menjadi rangka luar pada bangunan selama masa pembangunan berfungsi untuk berbagai hal. Salah satunya adalah memudahkan pekerja konstruksi dalam menggapai tempat yang sulit diakses dengan lebih aman. Scaffolding juga menyediakan platform yang stabil dan kokoh sehingga pekerja dapat mengerjakan pembangunan dengan pijakan yang aman. Meski demikian, tetap ada peraturan keselamatan yang harus diperhatikan ketika bekerja menggunakan scaffolding agar keamanan dapat terjamin.

MITOS 6: Semua scaffolding memiliki jenis yang sama

FAKTA: terdapat banyak jenis dan komponen scaffolding

berbagai jenis dan komponen scaffolding

Ketika melihat scaffolding, mungkin banyak orang melihatnya sebagai suatu kesatuan, padahal suatu rangkaian scaffolding dapat terdiri dari berbagai jenis scaffolding. Pemilihan jenis scaffolding yang tepat dan sesuai dengan proyek konstruksi anda sangatlah penting untuk menjamin keamanan dan keefektifan. Beberapa jenis scaffolding diantaranya,

1. Frame Scaffolding

Frame scaffolding dapat berupa tiang atau platform yang bisa disusun menjadi kerangka scaffolding. Contoh bagian scaffolding yang merupakan frame scaffolding adalah mainframe, ladder frame, catwalk, stair, dan lainnya.

2. Tube and Coupler

Tabung besi dan logam pada scaffolding berfungsi untuk menyambungkan komponen scaffolding terutama frame scaffolding. Beberapa contoh bagian yang termasuk dalam jenis tube and coupler adalah pipe support, sleeve camp, fixed clamp, dan sebagainya.

3. Mobile Scaffolding

Sesuai namanya, scaffolding jenis ini dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lainnya dengan mudah karena biasanya memiliki roda atau caster pada bagian bawah struktur scaffolding tersebut. Contoh dari mobile scaffolding adalah roda dan railing

Ketahui lebih legkap mengenai jenis dan komponen scaffolding, dengan mengungungi laman artikel kami: 

20 Jenis dan Komponen Scaffolding yang Sering Dijumpai di Indonesia

MITOS 7: Scaffolding merupakan peralatan yang terbuat dari besi

FAKTA: ada bahan lain yang dapat digunakan sebagai bahan dasar untuk scaffolding

scaffolding bambu dalam proyek konstruksi

Scaffolding yang paling sering ditemui sekarang memang memiliki bahan dasar besi. Tetapi, justru pada awalnya, scaffolding menggunakan bahan selain besi. Kayu dan bambu merupakan bahan dasar scaffolding yang populer pada zaman dahulu. Hanya, sekarang ini scaffolding berbahan dasar kayu dan bambu sudah mulai ditinggalkan karena berbagai alasan. Perancah berbahan dasar besi tentunya memiliki kelebihan dari segi kekuatan, ketahanan dan keringanan jika dibandingkan dengan perancah berbahan dasar bambu dan kayu. Karena itulah sebagian besar scaffolding yang kita temui sekarang memiliki bahan dasar besi atau baja dan bukan kayu maupun bambu.

Kesimpulan

Scaffolding merupakan salah satu barang yang essensial dalam suatu proyek konstruksi. Dengan mengetahui berbagai mitos dan fakta mengenai scaffolding, anda dapat memilah informasi yang diterima dengan lebih baik dan yang terpenting, anda dapat memilih untuk menggunakan scaffolding pada proyek konstruksi anda dengan lebih tepat, efektif, dan aman dalam setiap proyek.

Untuk konsultasi lebih lanjut mengenai jual beli maupun sewa scaffolding,  anda dapat menghubungi kami melalui nomor +62821222490000 atau dengan klik link berikut ini: Whatsapp TJM Scaffolding

Lihat juga artikel: Sejarah Evolusi Scaffolding di Bandung

Untuk Daftar Harga Sewa Scaffolding,
Silakan Hubungi Tim kami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Whatsapp
Call TJM
Verified by MonsterInsights